.. TAHUN PELAJARAN BARU 2013-2014 ....

NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

Apa yang dimaksud dengan Negara Maju dan Negara Berkembang ? Serta Apakah ciri-ciri Negara Maju dan Negara Berkembang

SIT BINA INSANI SERANG-BANTEN

Yayasan Bina Insani. Selengkapnya : http://sitbinainsani.com/

JARINGAN SEKOLAH ISLAM TERPADU BANTEN

Terus semangat memajukan mutu pendidikan yang berkarakter (berakhlaq)

PENYEBARAN JENIS TANAH DI INDONESIA

Persebaran jenis tanah di Indonesia dan pemanfaatannya serta kondisi penduduk yang menempati lingkungan dengan jenis tanah tersebut

PIRAMIDA PENDUDUK

Bentuk Piramida Penduduk dan jenis-jenis Piramida. Apa fungsi dan manfaat Piramida Penduduk ? Yuk cari tahu !

PENYEBARN FLORA DAN FAUNA

Persebaran fauna di Indonesia berkaitan dengan sejarah geologis Kepulauan Indonesia.

INTERPRETASI PETA TOPOGRAFI

Peta topografi adalah peta yang menggambarkan tinggi rendahnya muka bumi. Dari peta topografi kita dapat mengetahui ketinggian suatu tempat secara akurat.

INFO UTAMA

UNTUK SISWA BARU KELAS 7, SELAMAT BERGABUNG DI BELAJAR IPS ONLINE
Untuk Kelas 8 dan 9, stay tune di blog ini ! Mengawali belajar IPS kita tahun ajaran baru ini, ada baiknya kalian mengetahui materi-materi yang akan kita pelajari hingga Ujian Akhir Semester Ganjil ini.
Apa saja ? ===> Silahkan klik di bawah ini :

Perang Dunia II ( Tahun 1939 - 1945 )

Secara umum, perkembangan Eropa menjelang pecahnya Perang Dunia II ditandai oleh adanya dua bentuk pemerintahan yang saling bertentangan. Kedua bentuk pemerintahan yang saling bertentangan itu adalah pemerintahan demokratis dan pemerintahan otoriter. Bentuk pemerintahan demokratis mendukung kebebasan. Negara-negara yang mendukung bentuk pemerintahan demokratis antara lain Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat. Bentuk pemerintahan otoriter (diktator) adalah pemerintahan yang menindas segala bentuk kebebasan. Negara-negara yang mendukung bentuk pemerintahan otoriter ini antara lain Jerman, Italia, dan Rusia.

Sebab-sebab perang

Sebab umum :
  1. Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa ( Liga Bangsa-Bangsa ternyata tidak mampu mencegah pertikaian-pertikaian yang terjadi, khususnya di Eropa. )
  2. Terjadinya perlombaan senjata  ( Perasaan saling curiga antar negara sehingga setiap negara berusaha mempersenjatai dan meningkatkan kemampuan tempur masing-masing, sehingga terjadi perlombaan senjata. )
  3. Terbentuknya kembali aliansi politik yang saling bermusuhan  ( Karena selalu dihantui perasaan saling curiga, maka setiap negara terus berusaha untuk memperkuat dirinya masing-masing dengan jalan mencari kawan sebanyak mungkin. Keadaan itu mendorong
  4. Terbentuknya persekutuan-persekutuan / aliansi politik yang saling bertentangan. yakni Triple Alliantie yang kemudian dikenal dengan “Blok Sentral” yang terdiri atas Jerman, Austria dan Italia. Sedangkan Triple Entente yang kemudian disebut “Blok Sekutu” yang terdiri atas Perancis, Inggris, Uni Soviet dan lain-lain.)
  5. Timbulnya imperialisme baru ( Beberapa negara yang telah berhasil mengatasi krisis politik dan ekonominya yang hancur akibat PD I, kemudian tumbuh menjadi Negara ultranasional yang menjalankan imperialisme gaya baru. Negara-negara ini merasa berhak dan berkewajiban untuk memimpin dan menguasai bangsa lain. Dengan anggapan itulah, mereka melaksanakan imperialisme gaya baru mereka.)
  6. Munculnya semangat balas dendam ( Dendam dan keinginan untuk membalas kekalahan dalam PD I yang dialami bangsa Jerman itu, terutama ditujukan kepada Inggris dan Perancis.)
  7. Perkembangan paham nasionalisme yang sempit ( Menurut Hitler, bangsa Jerman atau ras Aria adalah bangsa superior yang ditakdirkan Tuhan untuk memimpin bangsa lain. Paham nasionalisme itu akhirnya mendorong Jerman melancarkan politik ekspansi untuk menaklukkan negara-negara lain.)
  8. Terjadinya penyerbuan-penyerbuan. ( Peristiwa penyerangan itu antara lain sebagai berikut: Jepang menyerbu Cina pada tahun 1937. Jepang menyerbu secara mendadak pangkalan armada AS di Pearl Harbour pada tanggal 7 Desember 1941. Peristiwa ini memicu terjadinya Perang Pasifik.)
Sebab khusus :
Jerman menyerbu Polandia pada tanggal 1 September 1939. Penyerbuan ini menyebabkan Inggris dan Perancis (pelindung kemerdekaan Polandia) pada tanggal 3 Septembar 1939 menyatakan perang terhadap Jerman, yang kemudian diikuti sekutu masing-masing sehingga terjadilah perang dunia yang kedua.

Jalannya Perang Dunia II

Berdasarkan wilayahnya Perang Dunia II terbagi dalam tiga medan tempur yaitu medan Eropa, medan Afrika Utara, dan medan Asia pasifik dimana pada tahap awal hampir di setiap medan tempur Jerman memperoleh kemenangan. Adapun pihak-pihak yang berperang di beberapa medan peperangan dalam Perang Dunia II adalah sebagai berikut.
Medan Eropa
Pada awal perang dunia kedua Jerman dengan melancarkan serangan kilat (Blitzkrieg) berhasil memenangkan pertempuran di semua medan tempur eropa,medan tempur tersebut antara lain :
Barisan Tentara Jerman (NAZI)
  • Penyerbuan Jerman ke Polandia dan Finlandia : Jerman menyerbu Polandia pada tanggal 1 September 1939. Dalam tempo singkat, sebagian besar daerah Polandia berhasil dikuasai. 
  • Penyerbuan Jerman ke Norwegia dan Denmark : Pada tanggal 9 April 1940, Jerman melancarkan serangan laut dan udara ke wilayah Norwegia. Dalam waktu singkat, pasukan Jerman telah berhasil menduduki Oslo, Bergen, Trondheim, Stavagar, dan Narvik. Pasukan Norwegia yang dibantu Inggris dan Perancis sempat memberikan perlawanan yang sengit. Akan tetapi pada tanggal 30 April 1940, Norwegia terpaksa menyerah kepada Jerman Sementara itu, dalam waktu yang sama, pasukan Jerman juga menyerbu Denmark. Dengan mudah Jerman menaklukkan Denmark. 
  • Jatuhnya Belanda, Belgia, dan Prancis : Tanpa pengumuman apa pun, pasukan Jerman melancarkan serangan kilat (Blitzkrieg) ke Belanda, Belgia, dan Luxemburg pada tanggal 10 Mei 1940. Ratu Wilhelmina dari Belanda melarikan diri ke London. Sedangkan Raja Leopold III memerintahkan Belgia menyerah kepada Jerman pada tanggal 26 Mei 1940. Pada awal Juni 1940, pasukan Jerman yang telah menduduki Luxemburg bersiap-siap menyerbu Prancis melalui kota Sedan. Setelah terjadi pertempuran sengit di kota Verdum pada tanggal 15 Juni 1940, kemerdekaan Perancis tidak dapat dipertahankan lagi. ( Kemudian, Jenderal Petain membentuk pemerintahan Prancis yang tunduk kepada Jerman di Kota Vichy. Pasukan Perancis yang tetap setia kepada Perancis, di bawah pimpinan Jenderal Charles de Gaulle, melakukan perlawanan dengan mendirikan pemerintahan pengasingan di London.) 
    Ratu Wilhelmina dari Belanda
  • Pertempuran Jerman–Inggris : Jatuhnya Perancis menyebabkan perhatian Jerman dialihkan ke Inggris. Dengan mengerahkan angkatan laut dan angkatan udaranya, Jerman menyerang Inggris.Hal ini membuat Inggris menandatangai kerjasama pertahanan dengan Amerika Serikat tanggal 2 September 1940. Dengan bantuan Amerika Serikat ini, pasukan Inggris bangkit melawan dan dapat mengimbangi kekuatan tempur Jerman. Hal ini membuat frustrasi angkatan udara Hitler. Oleh sebab itu, Jerman menjalin kerja sama yang melibatkan poros Roma - Berlin - Tokyo dengan ditandatanganinya kerja sama militer antara Jerman, Italia, dan Jepang pada tanggal 27 September 1940. Tetapi  dengan mengalirnya uang, senjata, dan bahan makanan; bahkan kesepakatan untuk menstandardisasi persenjataan mereka, Inggris dapat bertahan dari serangan Jerman yang siang malam terus menerus menggempurnya. 
  • Perang Jerman–Rusia : Tanpa menghiraukan perjanjian nonagresi, Jerman menyerbu Rusia pada tanggal 22 Juni 1941. Dalam serangan kilat ini, Jerman dapat memukul pasukan Rusia sehingga mundur jauh ke timur. Rusia yang mundur ke timur kemudian meminta bantuan dari Inggris dan Amerika Serikat. Sehingga pada tanggal 1 Oktober 1941, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat menandatangani Protokol Moskow. ( Isi perjanjian itu adalah bahwa Inggris dan Amerika Serikat akan memberi bantuan kebutuhan- kebutuhan pokok kepada Rusia selama 9 bulan. Selain itu, Amerika akan memberikan kredit dalam rangka Lend and Lease Bill sebesar $ 1 Miliar.) Dengan bantuan Sekutu dan taktik bumi hangus, Rusia berhasil menahan laju pasukan Jerman.
Perang di Afrika (1940 – 1943)
Peperangan di Afrika dan Laut Tengah pecah sejak Italia menyatakan perang terhadap Perancis dan Inggris pada tanggal 10 Juni 1940. Italia tidak hanya menyerang Perancis Selatan. Italia juga menghantam pasukan Perancis dan Inggris di Afrika Utara dan Afrika Timur. Akan tetapi, pasukan Italia dapat dipukul oleh pasukan Perancis dan Inggris yang dipimpin Jenderal de Gaulle dan Jenderal Montgomery. Peristiwa itu terjadi di Bardia pada tanggal 5 Januari 1941. Melihat pasukan Italia yang tidak berdaya itu, Jenderal Erwin Rommel dari Jerman segera turun tangan memimpin pasukannya menyerbu Libya. Jenderal Rommel dengan mudah mengalahkan pasukan Inggris di Bardia dan Sollum. Montgomery terpaksa mundur sampai ke perbatasan Mesir di kota Tobruk pada tanggal 20 April 1941. Bahkan pada bulan Juni 1941, pasukan Rommel telah merebut kota El Alamein yang terletak 70 mil jauhnya dari Alexandria. Dengan demikian, medan perang Afrika Utara sepenuhnya telah ia kuasai.
Pertempuran di Asia-Pasifik
Jepang membuka Perang Pasifik dengan melancarkan serangan mendadak ke Pearl Harbour pada tanggal 7 Desember 1941. Pearl Harbour adalah Pangkalan Armada Amerika Serikat di Pasifik. Serangan ini menyebabkan Amerika Serikat tidak lagi mempertahankan sikap netralnya dalam Perang Dunia II. Beberapa jam setelah kejadian itu, pada tanggal 8 Desember 1941, Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jepang. Peristiwa ini memicu pecahnya perang di Asia Pasifik. Sama dengan medan tempur lainnya pada tahap awal perang, pihak blok sentral memperoleh kemenangan, pada medan perang Asia Pasifik dalam tempo kurang dari 5 bulan, Jepang dapat mengalahkan sekutu dan berhasil menguasai seluruh Asia Tenggara.
Pearl Harbour. Pangkalan USA yang diserang oleh Jepang
Tahap-tahap Perang
Jika ditinjau dari waktu berlangsungnya perang (1939 -1945), maka jalannya Perang Dunia II dapat dibedakan dalam tiga tahap.
Tahap permulaan (1939-1942)
Pada tahap ini, negara-negara Sentral umumnya selalu menang di berbagai medan pertempuran. Sebaliknya, negara-negara Sekutu hanya bertahan atau kalah.

Tahap titik balik (1942)  
Tahap titik balik ditandai dengan:
  1. Kalahnya Jepang dalam pertempuran di Laut Karang pada tanggal 4 Mei 1942.
  2. Jerman dipukul mundur dalam pertempuran di El Alamien oleh Jenderal Montgomery pada tanggal 12 Oktober 1942.
  3. Jerman mulai mendapat perlawanan dan kalah dalam pertempuran Stalingrad pada tanggal 19 November 1942, terhadap tentara Rusia yang dipimpin Jenderal Gregory Zhukov.
Jenderal Bernard Montgomery

Tahap akhir (1943-1945)
Pada tahap ini, negara-negara Sekutu mulai melakukan serangan atau pukulan yang menentukan bagi kekalahan Blok Sentral. Beberapa pertempuran tersebut adalah sebagai berikut :

Pada tahun 1944, langkah maju pasukan Rusia semakin tak dapat dibendung lagi. Kota demi kota dapat direbut kembali. Bahkan, pada tanggal 24 Agustus 1944, Rumania menyerah kepada Rusia. Bulgaria menyerah kepada Rusia pada tanggal 20 Oktober 1944. Sesudah itu, Rusia terus melancarkan serangan sampai memasuki wilayah Jerman dan menggempur kota Berlin dari arah timur.

Dengan tulang punggung Amerika Serikat dan Inggris, Sekutu membentuk satuan ekspedisi khusus yang disebut Allied Expeditionary Forces di bawah komando Jenderal Eisenhower. Serangan ini didukung AD, AL, dan AU yang meliputi 10.000 pesawat tempur dan 4.000 kapal perang terus menyerang masuk wilayah Jerman. Meskipun pasukan Jerman memberikan perlawanan sengit sampai akhir tahun 1944, perlawanan itu tidak lagi membawa dampak besar. Kejayaan Jerman telah pudar dan tinggal sisa-sisanya saja. Pada awal tahun 1945, tidak ada lagi yang percaya bahwa Jerman akan memenangkan perang. Sekutu telah mengepung seluruh perbatasan Jerman. Rakyat di Jerman sendiri putus asa, sehingga kehidupan industri, ekonomi, tentara, dan politiknya kacau balau. Pasukan Jerman hancur di medan selatan, timur, dan barat pada awal tahun 1945. Di Front Timur, pasukan Rusia telah merebut Warsawa, Krakow, dan Lozt pada pertengahan Januari 1945. Kemudian, pada awal Februari 1945, di Front Barat, pasukan Inggris merebut Nijmegen. Pasukan Amerika merebut Trier, Cologne dan menyeberangi lembah Ruhr. Pada bulan April 1945, pasukan Amerika dan Rusia telah bertemu di sepanjang Sungai Elbe. Tinggal kota Berlin yang masih tetap bertahan. Sementara itu, angkatan udara Sekutu terus menghujani kota-kota di Jerman untuk mendukung serangan pasukan infantri di darat. Hitler yang putus asa melihat keadaan tersebut, pada tanggal 30 April 1945, melakukan bunuh diri. Tampuk kepemimpinan diserahkan kepada Laksamana Doenitz. Meninggalnya Hitler serta menyerahnya pasukan Jerman di Austria tidak membuat Laksamana Doenitz segera menyerah. Setelah seluruh Berlin diserbu oleh pasukan Sekutu, Jenderal Doenitz menyerah tanpa syarat pada tanggal 7 Mei 1945 kepada Sekutu. Dengan penyerahan pasukan Jerman ini, Perang Dunia II di Eropa berakhir.

Jenderal Dauglas Mac Arthur
Laksamana Chester Nimitz
Mulai tahun 1943, pertempuran di Asia-Pasifik memasuki titik balik setelah terjadi pertempuran di Laut Karang (4 Mei 1942) dan di Guadalacanal (7 Agustus 1942 - 9 Februari 1943). Dalam pertempuran Sekutu menyusun taktik serangan dari pulau satu ke pulau lain atau sistem katak loncat. Strategi ini dipimpin oleh Jenderal Dauglas Mac Arthur dan Laksamana Chester Nimitz. Tentara Jepang di Laut Karang dan Midway (7 Mei 1942) dihancurkan oleh Sekutu. Dan Jepang mengalami kekalahan besar. Pada tanggal 17 Maret 1945, Iwojima direbut. Menyusul kemudian, tanggal 21 Juni 1945, Okinawa direbut pasukan Amerika. Walaupun angkatan udara Amerika Serikat telah mengebom kota-kota di Jepang, tetapi Jepang tetap tidak menyerah. Oleh karena itu, pada tanggal 6 Agustus 1945 kota Hiroshima dibom atom. Karena Jepang tidak juga menyerah, maka pada tanggal 9 Agustus 1945, Kota Nagasaki dibom atom oleh Amerika Serikat untuk memaksanya menyerah. Akhirnya, melalui pidato radio pada tanggal 14 Agustus 1945, Kaisar Hirohito menyatakan kesediaan Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.


Sampai sini dulu cerita PD II sebagai materi pembelajaran IPS. 
Klo mau lebih lengkap klik sumber di bawah ini !
PERANG DUNIA II Edisi Lengkap
_______________________________________________________

Reminder question :
  1. Apakah yang menjadi penyebab umum terjadinya Perang Dunia II ?
  2. Dan apakah yang menjadi penyebab khusus terjadinya Perang Dunia II ?

RENCANA PEMBELAJARAN KELAS 9

Semester 5 Tahun Pelajaran 2013-2014
Materi:
BAB 1 Negara Maju dan Negara Berkembang
BAB 2 Perang Dunia II
BAB 3 Usaha Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia
BAB 4 Peristiwa-peristiwa Ekonomi dan Politik Pasca Pengakuan Kedaulatan
_____________________
UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GANJIL
_____________________
BAB 5 Perubahan Sosial Budaya
BAB 6 Prilaku Masyarakat dalam Perubahan Sosial Budaya di Era Global
BAB 7 Uang dan Lembaga Keuangan
BAB 8 Perdagangan Internasional
_____________________
UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) GANJIL

RENCANA PEMBELAJARAN KELAS 8

Semester 3 Tahun Pelajaran 2013-2014
Materi:
BAB 1 Kondisi Fisik Wilayah dan Penduduk Indonesia
BAB 2 Dinamika Penduduk
BAB 3 Lingkungan Hidup dan Pelestariannya
BAB 4 Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Barat Di Indonesia
_____________________
UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GANJIL
_____________________
BAB 5 Muncul dan Berkembangnya Pergerakan Nasional Indonesia
BAB 6 Penyakit Sosial sebagai Akibat Penyimpangan Sosial dan Pencegahannya
BAB 7 Kelangkaan Sumber Daya dan Kebutuhan Manusia
BAB 8 Pelaku-pelaku Ekonomi
_____________________
UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) GANJIL

RENCANA PEMBELAJARAN KELAS 7

Semester 1 Tahun Pelajaran 2013-2014
Materi :
BAB 1 Keragaman Bentuk Muka Bumi
BAB 2 Masa Pra Aksara Di Indonesia
BAB 3 Kehidupan Sosial Manusia
BAB 4 Manusia Sebagai Makhluk Sosial dan Ekonomi
_____________________
UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GANJIL
_____________________
BAB 5 Tindakan, Motif dan Prinsip Ekonomi
BAB 6 Peta Objek Geografi
BAB 7 Kondisi Geografis dan Penduduk Indonesia
BAB 8 Atmosfer
_____________________
UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) GANJIL 

_________________________________________________________
__________
Semester 1 Tahun Pelajaran 2013-2014
Materi : 
BAB 9 ..........................
 ...........

Peristiwa Rengasdengklok

Peristiwa Rengasdengklok


Di setiap momen peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, kita diingatkan lagi oleh satu peristiwa yang mengawali proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yaitu Peristiwa Rengasdengklok. Tanpa peristiwa itu, barangkali kita tidak akan merdeka seperti saat ini. Atau kalau dengan bahasa yang agak bombastis “Tidak ada kemerdekan tanpa Peristiwa Rengasdengklok!”. Lalu, apa itu peristiwa Rengasdengklok? Mengapa terjadi ? Siapa yang terlibat ? Bagaimana hasilnya ?
Peristiwa Rengasdengklok dimulai dari “penculikan” yang dilakukan oleh sejumlah pemuda (Soekarni, Wikana dan Chaerul Saleh dari perkumpulan Menteng 31) terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan.
Letak RengasdengklokMenghadapi desakan tersebut, Soekarno dan Hatta tetap tidak berubah pendirian. Sementara itu di Jakarta, Chairul dan kawan-kawan telah menyusun rencana untuk merebut kekuasaan. Tetapi apa yang telah direncanakan tidak berhasil dijalankan karena tidak semua anggota PETA mendukung rencana tersebut.
Kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik semakin jelas dengan dijatuhkannya bom atom oleh Sekutu di kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945 dan Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Akibat peristiwa tersebut, kekuatan Jepang makin lemah. Kepastian berita kekalahan Jepang terjawab ketika tanggal 15 Agustus 1945 dini hari, Sekutu mengumumkan bahwa Jepang sudah menyerah tanpa syarat dan perang telah berakhir.
Berita tersebut diterima melalui siaran radio di Jakarta oleh para pemuda yang termasuk orang-orang Menteng Raya 31 seperti Chaerul Saleh, Abubakar Lubis, Wikana, dan lainnya. Penyerahan Jepang kepada Sekutu menghadapkan para pemimpin Indonesia pada masalah yang cukup berat. Indonesia mengalami kekosongan kekuasaan (vacuum of power). Jepang masih tetap berkuasa atas Indonesia meskipun telah menyerah, sementara pasukan Sekutu yang akan menggantikan mereka belum datang. Gunseikan telah mendapat perintah-perintah khusus agar mempertahankan status quo sampai kedatangan pasukan Sekutu. Adanya kekosongan kekuasaan menyebabkan munculnya konflik antara golongan muda dan golongan tua mengenai masalah kemerdekaan Indonesia.
Golongan muda menginginkan agar proklamasi kemerdekaan segera dikumandangkan. Mereka itu antara lain Sukarni, B.M Diah, Yusuf Kunto, Wikana, Sayuti Melik, Adam Malik, dan Chaerul Saleh. Sedangkan golongan tua menginginkan proklamasi kemerdekaan harus dirapatkan dulu dengan anggota PPKI. Mereka adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Mr. Ahmad Subardjo, Mr. Moh. Yamin, Dr. Buntaran, Dr. Syamsi dan Mr. Iwa Kusumasumantri. Golongan muda kemudian mengadakan rapat di salah satu ruangan Lembaga Bakteriologi di Pegangsaan Timur, Jakarta pada tanggal 15 Agustus 1945 pukul 20.00 WIB.
Rapat tersebut dipimpin oleh Chaerul Saleh yang menghasilkan keputusan tuntutan-tuntutan golongan muda yang menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hal dan soal rakyat Indonesia sendiri, tidak dapat digantungkan kepada bangsa lain. Segala ikatan, hubungan dan janji kemerdekaan harus diputus, dan sebaliknya perlu mengadakan perundingan dengan Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta agar kelompok pemuda diikutsertakan dalam menyatakan proklamasi.
Langkah selanjutnya malam itu juga sekitar jam 22.00 WIB Wikana dan Darwis mewakili kelompok muda mendesak Soekarno agar bersedia melaksanakan proklamasi kemer-dekaan Indonesia secepatnya lepas dari Jepang.
Ternyata usaha tersebut gagal. Soekarno tetap tidak mau memproklamasikan kemerdekaan. Kuatnya pendirian Ir. Soekarno untuk tidak memproklamasikan kemerdekaan sebelum rapat PPKI menyebabkan golongan muda berpikir bahwa golongan tua mendapat pengaruh dari Jepang.
Selanjutnya golongan muda mengadakan rapat di Jalan Cikini 71 Jakarta pada pukul 24.00 WIB menjelang tanggal 16 Agustus 1945. Mereka membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Rapat tersebut menghasilkan keputusan bahwa Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta harus diamankan dari pengaruh Jepang. Tujuan para pemuda mengamankan Soekarno Hatta ke Rengasdengklok antara lain:
  • agar kedua tokoh tersebut tidak terpengaruh Jepang, dan
  • mendesak keduanya supaya segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia terlepas dari segala ikatan dengan Jepang.
Thriller Peristiwa Rengasdengklok
Pada tanggal 16 Agustus 1945 pagi, Soekarno dan Hatta tidak dapat ditemukan di Jakarta. Mereka telah dibawa oleh para pemimpin pemuda, di antaranya Sukarni, Yusuf Kunto, dan Syudanco Singgih, pada malam harinya ke garnisun PETA (Pembela Tanah Air) di Rengasdengklok, sebuah kota kecil yang terletak sebelah Utara Karawang.
Pemilihan Rengasdengklok sebagai tempat pengamanan Soekarno Hatta, didasarkan pada perhitungan militer. Antara anggota PETA Daidan Purwakarta dan Daidan Jakarta terdapat hubungan erat sejak keduanya melakukan latihan bersama. Secara geografis, Rengasdengklok letaknya terpencil, sehingga dapat dilakukan deteksi dengan mudah setiap gerakan tentara Jepang yang menuju Rengasdengklok, baik dari arah Jakarta, Bandung, atau Jawa Tengah. Mr. Ahmad Subardjo, seorang tokoh golongan tua merasa prihatin atas kondisi bangsanya dan terpanggil untuk mengusahakan agar proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan secepat mungkin. Untuk tercapainya maksud tersebut, Soekarno Hatta harus segera dibawa ke Jakarta.
Akhirnya Ahmad Subardjo, Sudiro, dan Yusuf Kunto segera menuju Rengasdengklok. Rombongan tersebut tiba di Rengasdengklok pukul 17.30 WIB. Peranan Ahmad Subardjo sangat penting dalam peristiwa kembalinya Soekarno Hatta ke Jakarta, sebab mampu meyakinkan para pemuda bahwa proklamasi kemerdekaan akan dilaksanakan keesokan harinya paling lambat pukul 12.00 WIB, nyawanya sebagai jaminan. Akhirnya Subeno sebagai komandan kompi Peta setempat bersedia melepaskan Soekarno Hatta ke Jakarta.
Setelah sampai Jakarta pada pukul 23.00, rombongan meminta ijin kepada Jenderal Nishimura untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Namun Nishimura menolak permintaan tersebut dengan alasan bahwa Indonesia masih dalam status quo, artinya belum ada penyerahan kekuasaan dari Jepang kepada Sekutu. Karena ditolak, maka usaha mempersiapkan proklamasi dilakukan di rumah Laksamana Tadashi Maeda, seorang perwira Angkatan Laut Jepang. Mengapa di rumah Maeda ? ada dua alasan :
  1. Laksamana Maeda mendukung perjuangan Bangsa Indonesia
  2. Faktor Keamanan : Hak prerogatif  kekuasaan wilayah militer angkatan laut yang tidak dapat diganggu gugat oleh angkatan Darat.
Laksamada Maeda

Dalam proses penyusunan naskah proklamasi, ada tiga tokoh yang terlibat yaitu :

  1. Ir. Soekarno
  2. Mohammad Hatta
  3. Ahmad Subardjo
Ahmad Subardjo
Ketiga tokoh bermusyawarah tentang naskah proklamasi yang akan disusun untuk dibacakan keesokan harinya. Ada dinamika yang berkembang dalam musyawarah itu terkait dengan redaksional naskah proklamasi yaitu :
  • Ahmad Subardjo mengusulkan kalimat yang ada di alinea pertama proklamasi yang intinya kemerdekaan Indonesia adalah kemauan  Bangsa  Indonesia  untuk  merdeka dan  menentukan nasib  sendiri
  • Drs. Muhammad Hatta mengusulkan kalimat untuk alinea kedua yang berkisar pada masalah pengalihan/pemindahan kekuasaan
Teks Naskah Setelah Pengetikan
Teks Tulis Tangan Soekarno


Oleh Sukarno, kedua usul itu kemudian dirangkai dalam sebuah tulisan tangan yang kemudian diketik oleh Sayuti Melik. Namun antara tulisan tangan dan ketikan ada sedikit perbedaan yaitu :

  1. Kata “tempoh” diubah menjadi “tempo”
    Sayuti Melik, Pengetik Naskah Proklamasi
  2. Kata “wakil-wakil bangsa indonesia” pada  bagian akhir diganti menjadi “atas nama bangsa indonesia”.
  3. Cara menulis tanggal “djakarta, 17-8-05” diganti menjadi “djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05”

Manusia Sebagai Makhluk Sosial dan Ekonomi

Manusia Sebagai Makhluk Sosial



Tujuan utama Allah swt menciptakan manusia adalah :
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya menyembah-Ku".  
(Surat Adz-Dzariyat [51]: 56)
Maka konsekuensinya berdasarkan ayat di atas adalah ketaatan kita sebagai manusia untuk menjalankan perintah Allah swt dan menjauhi larangan-Nya. Oleh karenanya untuk menjalankan hal itu semua, ada tiga interaksi kita sebagai manusia dalam menjalankan perintah Allah swt, yaitu :
  1. Interaksi manusia dengan Allah swt
  2. Interaksi manusia dengan manusia
  3. Interaksi manusia dengan alam

Oleh karenannya, mau atau tidak, Manusia harus saling berinteraksi, bermasyarakat dan saling tolong menolong, hal ini dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhannya



 Artinya :
“Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Q.S Al Hujurat :13)


Kebutuhan untuk bermasyarakat atau berkumpul dengan sesama merupakan kebutuhan dasar (naluri) yang dinamakan Gregariousness. Maka dengan demikian manusia merupakan makhluk sosial (Homo Homini Socius)
Pertanyaan : 
Apa yang dimaksud dengan Homo Homini Socius ? 



Aristoteles (seorang filsuf yunani ) menyatakan bahwa manusia adalah makhluk yang selalu hidup bermasyarakat. (zoon politicon).

Pertanyaan : 
- Apa yang dimaksud dengan Zoon Politicon ? 
- Siapakah yang memperkenalkan istilah Zoon Politicon ?



Manusia sebagai makhluk sosial memiliki 2 keinginan:

  1. Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia yang lain di sekelilingnya (bermasyarakat).
  2. Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekitarnya


Fungsi Manusia sebagai Makhluk Sosial

  • Sikap menghormati hak dan kewajiban
  • Menjaga harga diri
  • Sikap bahu membahu sesuai dengan norma yang berlaku
  • Berbagi ilmu
  • Sikap saling tolong menolong 





Manusia Sebagai Makhluk Ekonomi



Manusia dalam memenuhi kebutuhannya merupakan makhluk ekonomi (Homo Economicus) yang cenderung tidak pernah merasa puas dengan apa yang diperoleh dan selalu berusaha secara terus menerus dalam memenuhi kebutuhannya. (self Interest).


Dari Ibnu 'Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,:

لَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ ، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

"Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekai tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat." (Muttafaqun 'alaih. HR. Bukhari no. 6439 dan Muslim no. 1048)


Makhluk ekonomi cenderung menggunakan prinsip prinsip ekonomi dalam aktifitasnya


  1. Homo homini lupus = manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya (maksudnya manusia merugikan /membuat kelicikan/ kejahatan terhadap manusia lainnya.
  2. Homo homini socius = manusia menjadi kawan bagi manusia lainnya.


Manusia sebagai makhluk EKONOMI memiliki ciri-ciri:

  1. Sikap tak pernah puas
  2. Banyak keinginan dan kebutuhan
  3. Cenderung melakukan tindakan ekonomi atas dasar kepentingan sendiri
  4. Cenderung melakukan tindakan ekonomi secara efisien. ( selalu memikirkan perbandingan antara apa yang dikorbankan/ dikeluarkan dengan apa yang akan dicapai / hasilnya.).
  5. Cenderung memilih suatu kegiatan /aktifitas yang paling dekat dengan pencapaian tujuan yang diinginkan.


Catatan :
Bukan berarti manusia yang memiliki rasa tidak pernah puas merupakan pembenaran terhadap rasa ini. Hadits di atas mengandung beberapa pelajaran di antaranya adalah semangatnya manusia untuk terus menerus mengumpulkan harta dan kemewahan dunia lainnya. Semangat seperti ini tercela jika sampai membuat lalai dari ketaatan dan hati menjadi sibuk dengan dunia daripada akhirat.



Pelaku Kegiatan Ekonomi

  • Rumah Tangga Perorangan (Keluarga)
  • Rumah Tangga Produksi/Perusahaan
  • Rumah Tangga Pemerintah
  • Rumah Tangga Masyarakat luar negeri


Kegiatan ekonomi dalam usaha memenuhi kebutuhan :

  • Mengambil dan Memanfaatkan Hasil Kekayaan Alam (Ekstraktif)
  • Mengolah Tanah (Agraris)
  • Berdagang (Perdagangan)
  • Membuka Usaha industri
  • Usaha Jasa

Persiapan yang dilakukan dalam memenuhi kebutuhan

  1. BERTINDAK RASIONAL
  2. BERTINDAK EFISIEN DAN EKONOMIS
  3. PENGHEMATAN
  4. SKALA PRIORITAS
  5. PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN
  6. BEKERJA KERAS, ULET, TEKUN





Manusia Sebagai Makhluk Sosial dan Ekonomi yang Bermoral



Ciri-ciri manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral

1.    Naluri untuk saling tolong menolong,

2.    Setia kawan dan toleransi serta simpati dan empati terhadap sesamanya.



Keadaan inilah yang dapat menjadikan suatu masyarakat yang baik, harmonis dan rukun, hingga timbullah norma, etika dan kesopan santunan yang dianut oleh masyarakat. Bila hal hal diatas dilanggar atau terabaikan maka terjadilah yang dinamakan penyimpangan sosial.



Perilaku Bekerjasama untuk memenuhi kebutuhan hidup

  • Kerjasama saling menguntungkan ---  contoh, kerja sama pengusaha dengan tenaga kerja
  • Kerjasama untuk kepentingan bersama ---  contoh, gotong royong
  • Kerjasama saling menghormati/tidak memaksakan kehendak ---  contoh, pembagian giliran air / irigasi

Fungsi Manusia sebagai Makhluk Sosial dan Makhluk Ekonomi

  • Sikap menghormati hak dan kewajiban
  • Menjaga harga diri
  • Sikap bahu membahu sesuai dengan norma yang berlaku
  • Berbagi ilmu
  • Sikap saling tolong menolong  
______________________________________________________________________
Sumber :
- http://harunarcom.blogspot.com/
 

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More