.. KURIKULUM 2013, KENAPA TIDAK !? POSTING BARU NIH ....

INFO UTAMA

UNTUK SISWA BARU KELAS 7, SELAMAT BERGABUNG DI BELAJAR IPS ONLINE
Untuk Kelas 8 dan 9, stay tune di blog ini ! Mengawali belajar IPS kita tahun ajaran baru ini, ada baiknya kalian mengetahui materi-materi yang akan kita pelajari hingga Ujian Akhir Semester Ganjil ini.
Apa saja ? ===> Silahkan klik di bawah ini :

DINAMIKA PENDUDUK DAN UNSUR-UNSURNYA


DINAMIKA PENDUDUK DAN UNSUR-UNSURNYA

Perkembangan Jumlah Penduduk Indonesia dalam Kaitannya dengan Perkembangan Penduduk Dunia
Jumlah penduduk pada suatu negara selalu mengalami perubahan yang disebabkan oleh faktor kelahiran, kematian dan migrasi atau perpindahan penduduk. Perubahan keadaan penduduk tersebut dinamakan dinamika penduduk. Dinamika atau perubahan penduduk cenderung kepada pertumbuhan. Pertumbuhan penduduk ialah perkembangan jumlah penduduk suatu daerah atau negara. Jumlah penduduk suatu negara dapat diketahui melalui sensus, registrasi dan survei penduduk. Jumlah penduduk Indonesia sejak sensus pertama sampai dengan sensus terakhir jumlahnya terus bertambah. Sensus pertama dilaksanakan pada tahun 1930 oleh pemerintah Hindia Belanda. Sedangkan sensus yang pernah dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan yang terakhir 2000. Sensus di Indonesia dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan waktu pelaksanaan sensus di Indonesia diadakan sepuluh tahun sekali. Perbandingan jumlah, kepadatan dan laju pertumbuhan penduduk Indonesia dengan beberapa Negara lain :

a. Indonesia dengan Negara ASEAN
  1. Jumlah penduduk : Indonesia menempati urutan pertama dalam kelompok negara ASEAN 
  2. Kepadatan penduduk : Indonesia berada pada urutan ke-5, yaitu 114 jiwa per km2, Singapura memiliki kepadatan penduduk paling tinggi dan Brunei Darussalam memiliki kepadatan penduduk terendah 
  3. Pada tahun 2005, laju perumbuhan penduduk Indonesia menempati urutan ke-6 (1,45% per tahun), setelah Laos (2,3% per tahun) Filipina (2,0% per tahun) Malaysia (1,80% per tahun), Brunei Darussalam (1,9% per tahun), Kamboja (1,8% per tahun) serta Singapura dan Thailand (0,8% per tahun
b. Indonesia dengan Negara-negara di Dunia
  1. Jumlah penduduk Indonesia berada pada urutan ke-4 (215,27 ju ta jiwa), setelah Cina (1,306 milyar jiwa), India (1,068 milyar jiwa) dan Amerika Serkat (295 juta jiwa) pada tahun 2005. 
  2. Negara terpadat penduduknya adalah Macao (22.260 jiwa per km2), setelah itu Monako(16.135 jiwa per km2) dan Singapura (7.461 jiwa per km2). Indonesia memiliki kepadatan penduduk jauh di bawah ketiga negara tersebut, yaitu sebesar 341 jiwa per km
Di negara-negara ASEAN, beberapa negara pertumbuhan penduduknya masih tergolong tinggi. Akan tetapi secara keseluruhan persentase pertumbuhan penduduk telah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

JUMLAH DAN PERTUMBUHAN NEGARA DUNIA TAHUN 2005

Cina dan India adalah dua negara yang jumlah penduduknya terbesar, bukan hanya di Asia tetapi juga di dunia dan sudah berusaha menekan laju pertumbuhan penduduknya. Pertumbuhan penduduk di negara-negara Afrika dan Timur Tengah umumnya masih sangat tinggi dan berada di atas Indonesia serta negara Amerika Serikat, Eropa dan Rusia umumnya sangat kecil.

Unsur-unsur Dinamika Penduduk
A. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dinamika Penduduk
Jumlah penduduk dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu yaitu bertambah atau berkurang. Dinamika penduduk atau perubahan jumlah penduduk dipengaruhi oleh 3 (tiga) faktor yaitu:
  • Kelahiran(natalitas) 
  • Kematian(mortalitas) 
  • Migrasi(perpindahan)

Jumlah kelahiran dan kematian sangat menentukan dalam pertumbuhan penduduk Indonesia, oleh karena itu kita perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelahiran dan kematian.

B. Faktor yang menunjang dan menghambat kelahiran (natalitas) di Indonesia adalah sebagai berikut:

a. Penunjang Kelahiran (Pro Natalitas) antara lain :
  1. Kawin usia muda 
  2. Pandangan “banyak anak banyak rezeki”
  3. Anak menjadi harapan bagi orang tua sebagai pencari nafkah
  4. Anak merupakan penentu status sosial 
  5. Anak merupakan penerus keturunan terutama anak laki-laki.

b. Penghambat Kelahiran (Anti Natalitas)
antara lain :
  1. Pelaksanan Program Keluarga Berencana (KB) 
  2. Penundaan usia perkawinan dengan alasan menyelesaikan pendidikan 
  3. Semakin banyak wanita karir
Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate /CBR) adalah jumlah kelahiran hidup dari tiap 1000 orang penduduk dalam waktu satu tahun. Rumusnya adalah : 
Contoh : Jumlah penduduk suatu negara tahun 2000 adalah 25.000.000 jiwa. Jumlah kelahiran dalam setahun sebanyak 800.000 jiwa. Hitunglah angka kelahiran negara tersebut ? 
Hal ini berarti setiap 1000 orang penduduk, rata-rata kelahirannya 32 orang bayi dalam setahun. 

Penggolongan angka kelahiran kasar (CBR) :
  1. Angka kelahiran rendah apabila kurang dari 30 per 1000 penduduk 
  2. Angka kelahiran sedang, apabila antara 30 – 40 per 1000 penduduk
  3. Angka kelahiran tinggi, apabila lebih dari 40 per 1000 penduduk
      Faktor yang menunjang dan menghambat kematian (mortalitas) di Indonesia, adalah sebagai berikut :
Penunjang Kematian (Pro Mortalitas) antara lain : 
  1. Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan 
  2. Fasilitas kesehatan yang belum memadai
  3. Keadaan gizi penduduk yang rendah
  4. Terjadinya bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir 
  5. Peparangan, wabah penyakit, pembunuhan
Penghambat Kematian (Anti Mortalitas) antara lain :
  1. Meningkatnya kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan 
  2. Fasilitas kesehatan yang memadai
  3. Meningkatnya keadaan gizi penduduk
  4. Memperbanyak tenaga medis seperti dokter, dan bidan 
  5. Kemajuan di bidang kedokteran.
Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate) adalah jumlah kematian setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun. Rumusnya adalah :
Contoh : Jumlah penduduk suatu negara tahun 2000 adalah 21.000.000 jiwa. Jumlah kelahiran dalam setahun sebanyak 315.000 jiwa. Hitunglah angka kelahiran kasar negara tersebut ?  
Hal ini berarti setiap 1000 orang, penduduk yang meninggal rata-rata 15 orang dalam setahun.

Penggolongan angka kelahiran kasar :
  1. angka kematian rendah apabila kurang dari 10 per 1000 penduduk 
  2. angka kematian sedang, apabila antara 10 – 20 per 1000 penduduk 
  3. angka kematian tinggi, apabila lebih dari 20 per 1000 penduduk


BACA JUGA TENTANG


Sumber : MGMP IPS SMP Kabupaten Banyumas.   
http://mgmpipsbanyumas.net46.net/ 

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More